Skip to main content

Posts

SangOrangAneh XeroserYosZaim

Tingkatkan Manejemen Strees : Hidup menantang, Optimis, Hadapi

Hidup ini penuh dengan tekanan atau stressor. Tidak semua yang kita inginkan  sesuai dengan kenyataan yang ada. Banyak orang yang mampu menghadapi berbagai situasi tanpa rasa tertekan. Namun menghadapi tekanan merupakan  tantangan untuk dapat melewatinya. Ada  diantara kita yang setiap bertemu pada suatu kondisi tertentu, langsung merasakan kejenuhan, rasa tertekan, atau bahkan ada yang berujung pada keputusasaan dan nekat mengakhiri hidupnya (bunuh diri).   Setiap peristiwa tentu memiliki dampak psikologis yang berbeda pada setiap orang. Karena setiap orang memiliki ambang stress yang tentu berbeda. Semakin besar ambang stress yang dimiliki seseorang, maka akan semakin kuat pula orang tersebut dalam menghadapai dan menjalani berbagai situasi yang ada dalam hidupnya.   Pendidikan, perhatian lingkungan terdekat, keimanan, serta pengetahuan dan pengalaman yang didapat seseorang merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besar atau kecilnya seseorang dalam mengatur ambang s

onetime

Aktivitas Politik Dalam Islam : Negara, Kelompok dan Individu

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (al Qur’an) untuk menjelaskan sesuatu”  (TQS. An Nahl: 89) “Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhai islam itu jadi agama bagimu”  (TQS. Al Maidah: 3) Islam sebagai Agama dan Pandangan Kehidupan Islam adalah agama ( ad diin ) ataupun mabda yang berbeda dengan yang lainnya. Islam tidak hanya mengatur urusan spiritual ( ruhiyyah ) saja, melainkan juga meliputi masalah politik ( siyasiyyah ). Islam mencakup aqidah spiritual dan politik ( al-aqidah ar-ruhiyyah wa as siyasiyyah ). Artinya selain mengatur urusan yang bersifat spiritual seperti, pahala dan dosa, siksa, surga dan neraka, hal-hal yang ghaib, serta tata cara ibadah (seperti sholah, zakat, puasa, dan haji); islam juga mengatur urusan yang menyangkut kehidupan bermasyarakat (politik atau  siyasiyyah ) seperti masalah perekonomian, pendidikan, interaksi pria dengan wanita, penggalian dan penerapan hukum, termasuk kepemim

Pelajarilah Sejarah Islam dan Umat Islam

Indonesia adalah salah satu negeri muslim dengan penduduk terbesar di dunia. Dalam catatan sejarah yang otentik, islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 masehi dan berkembang pesat – dengan ditandai munculnya kesultanan islam – pada abad ke-13 Masehi. Masuknya Islam ke Indonesia tentunya tidak terlepas dari peran para ulama – diantaranya adalah yang disebut dengan walisongo – yang umumnya berasal dari Timur-Tengah. Bahkan disinyalir, sebagian dari mereka adalah utusan yang dikirim oleh Daulah khilafah (Pemerintahan Negara) Islam pada saat itu, sebagaimana pengiriman walisongo oleh Khilafah Utsmaniyah.  Selain itu, munculnya banyak Kesultanan Islam setelah berhasil meruntuhkan dominasi kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Nusantara,  dan tentu saja hal tersebut menarik untuk dikaji lebih jauh. Di antaranya, bagaimana Islam secara langsung mempengaruhi sistem politik, ekonomi, budaya, sosial, pemerintahan dan lainnya, yang ada pada waktu itu. Istilah

News After the collapse (Berita-berita Setelah Keruntuhan)

Kaum muslimin hendaknya tidak melupakan hari kelam dalam sejarah yang menandai dihapuskannya Islam dan syariah dari pemerintahan dan sebagai aturan hukum. Pada hari Senin tanggal 3 Maret 1924, menurut penanggalan Barat, adalah hari dimana secara resmi institusi Khilafah dihapuskan. Khilafah dan peristiwa-peristiwa yang berkait dengannya menjadi berita internasional.  Baca juga :  1924 - Soldiers Of Allah Beberapa artikel berita dari tahun 1924-1931 di- reproduksi  ulang atas izin arsip  Time Magazines . Tentu saja apa yang diberitakan oleh  Times Magazine  tidak lepas dari berbagai subyektifitas seperti pandangan Barat yang cenderung negatif terhadap syariah Islam. Namun, berita ini membuktikan kepada kita bahwa  'Khilafah itu memang ada hingga abad ke-20 ' dan jelas-jelas disebut sebagai  Calif . Berikut beritanya (redaksi):     Calif Out TIME Magazine Monday, Mar. 17, 1924     At Angora, capital of Turkey, the Grand National Assembly passed a bill providin

Tujuan 'antara' Kita

Tepat 28 Rajab 1432 H nanti, kita telah memasuki masa 89 tahun yang paling menyakitkan bagi umat Islam di seluruh dunia, yaitu runtuhnya Khilafah. Tanggal 28 Rajab 1342 H, bertepatan dengan 3 Maret 1924, Kemal Attaturk (seorang agen Inggris, laknatullah ‘alaih), secara resmi membubarkan Kekhilafahan Turki Utsmani. Malam harinya, tengah malam, Khalifah Islam terakhir, Sultan Abdul Majid, diusir ! Empat bulan kemudian, 24 Juli 1924, Perjanjian Laussane ditandatangani. Di antara isinya, Inggris mengakui kemerdekaan Turki sekaligus menarik pasukannya dari Turki. Merespon sikap Inggris ini, seorang perwira Inggris saat itu memprotes Menteri Luar Negeri Inggris, Curzon. Dengan enteng Curzon menjawab, “Yang penting, Turki telah kita hancurkan dan tidak akan pernah bangkit lagi, karena kita telah menghancurkan kekuatan spiritualnya, yaitu Khilafah dan Islam!” (Zallum, 2001: 184). Curzon benar. Setelah sekian lama menjadi republik, menerapkan hukum-hukum Barat sekular, dan membuang

Oh… Cinta…

“Siapa saja yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami memberikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka. Lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan”. (TQS. Hud [11]: 15) Ketahuilah saudaraku “Dunia adalah tempat tinggal bagi orang yang tidak memiliki tempat tinggal dan tempat berkumpul orang-orang yang tidak menggunakan akal” (HR. Ahmad dan al-Baihaqi) Mashar bin Sa’ad menuturkan bahwa Rasulullah saw, bersabda : “Seandainya harga dunia itu di sisi Allah sebanding dengan nilai sepotong sayap nyamuk saja, niscaya orang-orang kafir tidak akan diberi minum seteguk air pun dari dunia ini” (HR. at-Tirmidzi dan Ibn Majah) Sementara al-Mustaurad bin Syaddad berkata : “Saya pernah bersama-sama dengan satu kafilah. Mereka berhenti bersama-sama dengan rasulull