Skip to main content

Posts

Showing posts with the label abu bakar ash shidiq ra.

SangOrangAneh XeroserYosZaim

Tingkatkan Manejemen Strees : Hidup menantang, Optimis, Hadapi

Hidup ini penuh dengan tekanan atau stressor. Tidak semua yang kita inginkan  sesuai dengan kenyataan yang ada. Banyak orang yang mampu menghadapi berbagai situasi tanpa rasa tertekan. Namun menghadapi tekanan merupakan  tantangan untuk dapat melewatinya. Ada  diantara kita yang setiap bertemu pada suatu kondisi tertentu, langsung merasakan kejenuhan, rasa tertekan, atau bahkan ada yang berujung pada keputusasaan dan nekat mengakhiri hidupnya (bunuh diri).   Setiap peristiwa tentu memiliki dampak psikologis yang berbeda pada setiap orang. Karena setiap orang memiliki ambang stress yang tentu berbeda. Semakin besar ambang stress yang dimiliki seseorang, maka akan semakin kuat pula orang tersebut dalam menghadapai dan menjalani berbagai situasi yang ada dalam hidupnya.   Pendidikan, perhatian lingkungan terdekat, keimanan, serta pengetahuan dan pengalaman yang didapat seseorang merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besar atau kecilnya seseorang dalam mengatur ambang s

onetime

Perhatikan perkataan mereka

”Seorang hamba bila merasa ujub karena sesuatu perhiasan dunia, niscaya allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu “ Abu Baker ash Shiddiq “Tak ada kemenangan bersama kedurhakaan. Tak ada pujian bersama kesombongan. Tak ada kesehatan bersama kerakusan. Tak ada kemuliaan bersama adab yang bejat. Taka ada kesentosaan bersama kedengkian. Tak ada kemulian yang melebihi ketaqwaan. Musuh terbesar itu ialah yang paling tersembunyi tipu dayanya. Hikmah adalah milik orang beriman yang hilang. Yang menjijikan (kotor) itu adalah menghimpun segala aib yang buruk. Nasihat di tengah khalayak umum itu adalah suatu celaan” Ali bin Abi Thalib "Wahai anakku carilah ilmu. Jika kamu menjadi orang fakir, itulah hartamu. Tapi kalau engkau kaya ilmu, itu menjadi perhiasan dirimu” Lukmanul Hakim “Orang arif itu dermawan, karena harta baginya bukan kekayaan. Kekayaan yang sejati ialah cintanya kepada kebenaran” Ibnu sina “Kemarahan manusia bermacam-macam. Ada y