Skip to main content

SangOrangAneh XeroserYosZaim

Tingkatkan Manejemen Strees : Hidup menantang, Optimis, Hadapi

Hidup ini penuh dengan tekanan atau stressor. Tidak semua yang kita inginkan  sesuai dengan kenyataan yang ada. Banyak orang yang mampu menghadapi berbagai situasi tanpa rasa tertekan. Namun menghadapi tekanan merupakan  tantangan untuk dapat melewatinya. Ada  diantara kita yang setiap bertemu pada suatu kondisi tertentu, langsung merasakan kejenuhan, rasa tertekan, atau bahkan ada yang berujung pada keputusasaan dan nekat mengakhiri hidupnya (bunuh diri).   Setiap peristiwa tentu memiliki dampak psikologis yang berbeda pada setiap orang. Karena setiap orang memiliki ambang stress yang tentu berbeda. Semakin besar ambang stress yang dimiliki seseorang, maka akan semakin kuat pula orang tersebut dalam menghadapai dan menjalani berbagai situasi yang ada dalam hidupnya.   Pendidikan, perhatian lingkungan terdekat, keimanan, serta pengetahuan dan pengalaman yang didapat seseorang merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besar atau kecilnya seseorang dalam mengatur ambang s

onetime

Belajar : Bukan Untuk Lulus Penilaian, Kaya Lalu Tenar

Intro :

Cheng Deshu kali ini yang berbicara, "Kau benar-benar hanya berbicara besar saja, tuan, Tetapi kata itu tidak memberikan bukti dari keterpelajaranmu. Aku berpikir bahwa pelajar yang asli pasti akan tertawa mendengarkan kata-katamu."


Zhuge Liang menjawab, "Ada yang disebut pelajar mulia, setia dan patriotik. Dia sangat menjaga kelakuannya dan membenci kepura-puraan. Yang menjadi perhatian pelajar seperti itu dalam bertindak adalah kesadaran dan rasa tanggung jawab sepenuh hati, serta membiarkan masa depannya diisi dengan reputasi yang baik. Ada pelajar yang biasa-biasa saja, seorang kutu buku, tidak lebih. Setiap hari hanya berteman dengan pena dan bukunya saja, dimasa mudanya dia menyusun ode (satra atau syair) dan di masa tuanya berusaha mengerti isi kitab (buku-buku) klasik sepenuhnya. Ribuan kata telah dituliskan dari penanya, tetapi tidak ada suatu ide yang gemilang dipikirannya. Dia mungkin, seperti pelajar (baca : pemikir/filsuf) Yang Xiong (53 SM–18 M), yang memasyurkan masanya dengan tulisan akan tetapi berhenti untuk melayani tiran seperti Wang Mang (pejabat pada zaman dinasti Han). Aku tidak heran Yang Xiong meloncat dari jendela. Itu adalah jalan dari pelajar biasa-biasa saja. Walaupun dia membuat ratusan ode, tetapi apa gunanya itu bagi dia ?"


Cheng Deshu pun tidak menjawab.


0r4n94n3h  teringat, ada pepatah bijak mengatakan, “belajarlah sampai ke negeri China”. Jika menili  sejarah dan peradaban, kira tidak lah salah pepatah bijak tersebut. China mungkin pada saat pepatah itu terucap tengah menjadi salah satu peradaban maju di dunia, disamping Romawi dan Persia.


Baca juga : Pelajarilah Sejarah Islam dan Umat Islam


Pernah juga diceritakan dalam suatu riwayat bahwa Rasulullah saw suatu ketika meminta beberapa sahabat untuk berdakwah ke wilayah china. Disamping berdakwah, mereka juga diminta beliau saw. Untuk belajar beberapa hal, salah satunya adalah membuat media penulisan (kertas) yang baik, bahkan sekembalinya mereka ra., ke jazirah arab dan mengajarkan para sahabat lainnya membuat kertas, mereka juga meguasai beberapa bahasa, karena dalam perjalanan mereka berinteraksi dengan suku dan bangsa yang beragam.


Reff:


0r4n94n3h hanya ingin mengingatkan kepada generasi emas, bahwa kalian dalam belajar bukan hanya dituntut untuk lulus dalam penilaian dan ketenaran semata. Lalu setelahnya berjaya karena diukur hanya sebatas materi dan ketenaran yang diperoleh, tetapi kehilangan jati diri dan identitas sebagai mahluk yang bermartabat dan memiliki kehormatan. Mari saling mengingatkan, bahwa sebenarnya kita harus lulus dalam menyikapi segala macam tantangan kehidupan, sehingga kemuliaannya akan dipuji langit dan bumi diantara mahluk lainnya.


Salam belajar

 

Comments

Popular posts from this blog

Tingkatkan Manejemen Strees : Hidup menantang, Optimis, Hadapi

Hidup ini penuh dengan tekanan atau stressor. Tidak semua yang kita inginkan  sesuai dengan kenyataan yang ada. Banyak orang yang mampu menghadapi berbagai situasi tanpa rasa tertekan. Namun menghadapi tekanan merupakan  tantangan untuk dapat melewatinya. Ada  diantara kita yang setiap bertemu pada suatu kondisi tertentu, langsung merasakan kejenuhan, rasa tertekan, atau bahkan ada yang berujung pada keputusasaan dan nekat mengakhiri hidupnya (bunuh diri).   Setiap peristiwa tentu memiliki dampak psikologis yang berbeda pada setiap orang. Karena setiap orang memiliki ambang stress yang tentu berbeda. Semakin besar ambang stress yang dimiliki seseorang, maka akan semakin kuat pula orang tersebut dalam menghadapai dan menjalani berbagai situasi yang ada dalam hidupnya.   Pendidikan, perhatian lingkungan terdekat, keimanan, serta pengetahuan dan pengalaman yang didapat seseorang merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besar atau kecilnya seseorang dalam mengatur ambang s

Beraktivitas dalam situasi mewabahnya penyakit

“Dari Siti Aisyah RA, ia berkata, Aku bertanya kepada Rasulullah SAW perihal tha‘un, lalu Rasulullah SAW memberitahukanku, dahulu, tha’un adalah azab yang Allah kirimkan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang beriman. Maka tiada seorang pun yang tertimpa tha’un, kemudian ia menahan diri di rumah dengan sabar serta mengharapkan ridha-Nya seraya menyadari bahwa tha’un tidak akan menimpanya selain telah menjadi ketentuan Allah untuknya, niscaya ia akan memperoleh ganjaran seperti pahala orang yang mati syahid,” (HR. Bukhari, Nasa’i dan Ahmad). Dalam situasi mewabahnya suatu penyakit menular, maka berbagai kegiatan rutin yang biasa dilakkan akan terganggu, karena memiliki risiko besar terjadinya penularan. Oleh sebab itu perlu adanya strategi dan cara-cara yang tepat untuk meminimalisir terjadinya penularan, jika memang mengharuskan untuk beraktivitas diluar rumah atau lingkungan aman. Beberapa strategi dan cara dapat dilakukan yai

Enam Buhul Kekuatan Sangkil Menyambut Kejayaan, Ikutan Teyan ?

Mari kita akui dengan jujur, bahwa saat ini umat islam baru mulai menggeliat kembali, setelah kekalahannya, yang ditandai dengan bertumbuhnya negara bangsa yang mengkotak-kotakan umat islam sesuai batas kewilayahan dan diterapkannya aturan yang berbeda-beda di masing-masing negaranya. Namun sebagai individu bagian dari kaum muslimin, apakah kita hanya berpangku tangan dan membiarkan keadaan seperti ini selamanya ? Tidak ! kita harus menyongsong masa depan dengan penuh optimisme. Kita harus meyakini bahwa sunnah-Nya pasti akan berlaku atas izin Allah. Oleh karena itu perlu ada persiapan dan upaya yang dilakukan untuk menyosong kembalinya kejayaan umat islam dengan diterapkannya aturan Allah Swt., sebagaimana sejarah telah mencatatnya. Sesunggunya umat islam telah dibekali petunjuk hidup (way of life) untuk mencapai kejayaan tersebut. Al qur’an sebagai panduan umum telah dilengkapi dengan petunjuk teknis dalam bentuk perbuatan dan ucapan rasulullah saw, serta diamnya sebagai persetujuan