Skip to main content

SangOrangAneh XeroserYosZaim

Tingkatkan Manejemen Strees : Hidup menantang, Optimis, Hadapi

Hidup ini penuh dengan tekanan atau stressor. Tidak semua yang kita inginkan  sesuai dengan kenyataan yang ada. Banyak orang yang mampu menghadapi berbagai situasi tanpa rasa tertekan. Namun menghadapi tekanan merupakan  tantangan untuk dapat melewatinya. Ada  diantara kita yang setiap bertemu pada suatu kondisi tertentu, langsung merasakan kejenuhan, rasa tertekan, atau bahkan ada yang berujung pada keputusasaan dan nekat mengakhiri hidupnya (bunuh diri).   Setiap peristiwa tentu memiliki dampak psikologis yang berbeda pada setiap orang. Karena setiap orang memiliki ambang stress yang tentu berbeda. Semakin besar ambang stress yang dimiliki seseorang, maka akan semakin kuat pula orang tersebut dalam menghadapai dan menjalani berbagai situasi yang ada dalam hidupnya.   Pendidikan, perhatian lingkungan terdekat, keimanan, serta pengetahuan dan pengalaman yang didapat seseorang merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besar atau kecilnya seseorang dalam mengatur ambang s

onetime

Akhi... Menikahlah denganku...


Assalamu alaikum warahmatullahi wabarhokatuh,

Terurai syukur dari Allah atas nikmatnya menciptakan pria dan wanita sebagai pelengkap satu sama lain.

Akhi...
Tahukah engkau bagaimana rasa yang dimiliki seorang wanita yang telah waktunya menjadi seorang ibu. Bermimpi akhi, ia hanya bisa bermimpi. Ia ingin tinggal disebuah rumah kecil yang bahagia, penuh canda anak kecil, dan tentu saja seorang suami. Seseorang yang bisa menjaga dan menjadi imam baginya. Suami yang akan mencarikan nafkah untuknya... Tapi sekali lagi akhi...itu baru sekedar mimpi. Wanita itu kini belum memiliki rumah itu, ia bersama ratusan wanita lainnya sekarang ini sedang berjuang, menguras keringat, bekerja siang malam untuk sebuah kehidupan.

Akhi...
Aku ingin menikah. Tapi dengan siapa? Aku hanya bisa bermimpi dan berharap datang seseorang dari kaummu menyatakan pinangan kepadaku. Aku bukannya kesepian, bukan pula mengharap cinta yang kuharapkan. Aku hanya ingin menyempurnakan separuh dari agama ini akhi. Aku ingin menjadi seorang ibu, aku ingin segera mendidik genarasi Mujahid dan Mujahidin.

Akhi...
Aku butuh pelindung dan pengayom, aku butuh dijaga dan dilindungi. Aku ingin tinggal dirumah. Aku ingin saat itu ada dirimu, yang membelaku saat tertindas, yang membelai hijabku saat kulelah memperjuangkan hak Ummat.

Akhi....
Aku lelah menyendiri. Bukannya tak mensyukuri karunia Sang Ilahi. Seandainya engkau ada, mungkin rumah akan menjadi syurga kecil buatku. Aku bisa menyulap dapur manjadi restoran mewah untukmu, bisa menyiapkan hidangan yang sederhana untuk makan berdua, juga suasana indah bunga-bunga mekar didepan rumah. Aku ingin menjadi pelayan dirumahmu.

Akhi...
Aku tak tahu bagaimana perasaanmu saat ini. 'Afwan jiddan, aku tak pandai menulis surat, juga tak pandai membuat haru seseorang dengan kata-kata. Aku tak romantis namun melankolis. Sedikit demi sedikit aku telah mengenal cinta. Dan... Dengan segenap asa yang kumiliki, aku ingin berkata... "Akhi, Menikalah denganku!!!"

Jazakallah Akhi, telah membaca sebagian jeritan rasa hatiku.
Wassalamu 'alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh



by Anggara Kelana on Kemis, Oktober 21, 2010 jam 12:55am
=========
mbaca, ngopy, maste, cengengesan, sambil ngarep.com ...  v ^_^ ha.. ha.. ha..

Comments

  1. aku hanya butuh istri .. menikahlah denganku
    https://www.youtube.com/watch?v=gp_QgoRhF60

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tingkatkan Manejemen Strees : Hidup menantang, Optimis, Hadapi

Hidup ini penuh dengan tekanan atau stressor. Tidak semua yang kita inginkan  sesuai dengan kenyataan yang ada. Banyak orang yang mampu menghadapi berbagai situasi tanpa rasa tertekan. Namun menghadapi tekanan merupakan  tantangan untuk dapat melewatinya. Ada  diantara kita yang setiap bertemu pada suatu kondisi tertentu, langsung merasakan kejenuhan, rasa tertekan, atau bahkan ada yang berujung pada keputusasaan dan nekat mengakhiri hidupnya (bunuh diri).   Setiap peristiwa tentu memiliki dampak psikologis yang berbeda pada setiap orang. Karena setiap orang memiliki ambang stress yang tentu berbeda. Semakin besar ambang stress yang dimiliki seseorang, maka akan semakin kuat pula orang tersebut dalam menghadapai dan menjalani berbagai situasi yang ada dalam hidupnya.   Pendidikan, perhatian lingkungan terdekat, keimanan, serta pengetahuan dan pengalaman yang didapat seseorang merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besar atau kecilnya seseorang dalam mengatur ambang s

Enam Buhul Kekuatan Sangkil Menyambut Kejayaan, Ikutan Teyan ?

Mari kita akui dengan jujur, bahwa saat ini umat islam baru mulai menggeliat kembali, setelah kekalahannya, yang ditandai dengan bertumbuhnya negara bangsa yang mengkotak-kotakan umat islam sesuai batas kewilayahan dan diterapkannya aturan yang berbeda-beda di masing-masing negaranya. Namun sebagai individu bagian dari kaum muslimin, apakah kita hanya berpangku tangan dan membiarkan keadaan seperti ini selamanya ? Tidak ! kita harus menyongsong masa depan dengan penuh optimisme. Kita harus meyakini bahwa sunnah-Nya pasti akan berlaku atas izin Allah. Oleh karena itu perlu ada persiapan dan upaya yang dilakukan untuk menyosong kembalinya kejayaan umat islam dengan diterapkannya aturan Allah Swt., sebagaimana sejarah telah mencatatnya. Sesunggunya umat islam telah dibekali petunjuk hidup (way of life) untuk mencapai kejayaan tersebut. Al qur’an sebagai panduan umum telah dilengkapi dengan petunjuk teknis dalam bentuk perbuatan dan ucapan rasulullah saw, serta diamnya sebagai persetujuan

Nonton Film Cengeng

  Nagabonar jadi 2 Sekali lagi menonton adegan dalam film nagabonar jadi 2. Adegan saat si om naga meminta patung Panglima Besar Jendral Sudirman untuk menurunkan tangan kanannya yang sedang menghormat ke setiap pengguna jalan tersebut.   "Jenderaaall...!!!, turunkan tanganmu jendraaall..!!!" "Untuk apa kau menghormati mereka?!?!, mereka saja tidak pernah menghormatimu jendraaaalll...!!!" (kira-kira seperti itu teriaknya). Sambil menangis dan bergelayutan, om naga bonar mencoba menurunkan tangan kanan patung jenderal sudirman yang dipaksa menghormati setiap orang yang melintas (termasuk para koruptor dan boneka penjajah musuh-musuhnya). Dalam adegan tersebut, si om naga ceritanya juga lagi kesel dengan anaknya (si bonaga) yang memutuskan untuk bekerjasama dengan orang Jepang, yang merupakan salah satu negara yang pernah menjajah negaranya. "Jenderaal... sudahlah jendraall turunkan tanganmu..!" "Jendral.. turunkan tanganmu jenderal...&