Skip to main content

SangOrangAneh XeroserYosZaim

Tingkatkan Manejemen Strees : Hidup menantang, Optimis, Hadapi

Hidup ini penuh dengan tekanan atau stressor. Tidak semua yang kita inginkan  sesuai dengan kenyataan yang ada. Banyak orang yang mampu menghadapi berbagai situasi tanpa rasa tertekan. Namun menghadapi tekanan merupakan  tantangan untuk dapat melewatinya. Ada  diantara kita yang setiap bertemu pada suatu kondisi tertentu, langsung merasakan kejenuhan, rasa tertekan, atau bahkan ada yang berujung pada keputusasaan dan nekat mengakhiri hidupnya (bunuh diri).   Setiap peristiwa tentu memiliki dampak psikologis yang berbeda pada setiap orang. Karena setiap orang memiliki ambang stress yang tentu berbeda. Semakin besar ambang stress yang dimiliki seseorang, maka akan semakin kuat pula orang tersebut dalam menghadapai dan menjalani berbagai situasi yang ada dalam hidupnya.   Pendidikan, perhatian lingkungan terdekat, keimanan, serta pengetahuan dan pengalaman yang didapat seseorang merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besar atau kecilnya seseorang dalam mengatur ambang s

onetime

Hadlarah dan Madaniyah


1. Apa yang dimaksud dengan hadlarah dan madaniyah ?


Hadlarah adalah sekumpulan mafahim (ide yang dianut dan mempunyai fakta) tentang kehidupan. Madaniyah adalah bentuk-bentuk fisik dari benda-benda yang terindera yang digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. Perbedaan antara hadlarah dan madaniyahPertama, dilihat dari segi istilah saja sudah terdapat perbedaan antara Hadlarah dan Madaniyah. Kedua, Hadlarah bersifat khas, sesuai dengan pandangan hidup. Sementara madaniyah bisa bersifat khas, bisa pula bersifat umum untuk seluruh umat manusia.

Contoh bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan dari hadlarah, seperti patung dan bangunan ibadah, keduanya  termasuk madaniyah yang bersifat khas, sehingga sebagian umat merasa memilikinya dan sebagian umat akan menolak atau menjauhinya. Sedangkan bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan oleh kemajuan sains dan perkembangan teknologi/industri, seperti komputer dan kendaraan, keduanya tergolong madaniyah yang bersifat umum, oleh karenanya hal tersebut dapat dimiliki seluruh umat manusia. Perbedaan antara hadlarah dengan madaniyah harus selalu diperhatikan, sama perhatiannya terhadap perbedaan antara bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan dari suatu hadlarah dengan bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan oleh sains dan teknologi/industri. Hal ini amat penting pada saat kita akan mengambil madaniyah, agar kita dapat membedakan bentuk-bentuknya atau agar dapat membedakannya dengan hadlarah.


2. Bagaimana bila kita memanfaatkan madaniyah (barang-barang) yang diproduksi oleh orang-orang kafir ?


Bentuk-bentuk madaniyah asing, baik yang dihasilkan oleh seorang muslim maupun seorang kafir, yang lahir dari sains dan teknologi/industri, tidak ada larangan bagi kita untuk mengambilnya. Akan tetapi madaniyah yang memiliki hadlarah selain islam, jelas tidak boleh diambil oleh kaum muslim, sebab kaum muslimin tidak boleh mengambil hadlarah-hadlarah asing, baik yang dihasilkan oleh seorang muslim apalagi seorang kafir, yang dihasilkan dari sesuatu yang jelas-jelas bertentangan denganIslam, baik dari segi asas dan pandangannya terhadap kehidupan, maupun dari arti kebahagiaan hidup bagi manusia. Hal ini karena hadlarah adalah sekumpulan ide yang dianut dan mempunyai fakta tentang kehidupan. Dan Hadlarah asing (di luar islam) berdiri atas dasar pemisahan agama dari kehidupan dan pengingkaran terhadap peran agama dalam kehidupan, yang berakibat munculnya paham sekuler, yaitu pemisahan agama dari urusan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Diatas dasar inilah mereka tegakkan sendi-sendi kehidupan beserta peraturan-peraturannya.

Konsep kehidupan menurut orang-orang kafir adalah manfaat/maslahat semata-mata, Oleh karena itu, manfaat menjadi ukuran bagi setiap perbuatan mereka. Dari sinilah manfaat menjadi paham yang menonjol dalam sistem dan hadlarah ini. Menurut mereka, kehidupan ini hanya digambarkan dalam kerangka manfaat semata-mata. Adapun kebahagiaan, mereka artikan sebagai usaha untuk mendapatkan sebanyak mungkin kenikmatan jasmani, serta tersedianya seluruh sarana kenikmatan tersebut. Dengan demikian hadlarah di luar hadlarah Islam tidak lain adalah hadlarah yang dibangun atas mashlahat saja.

Akan halnya aspek kerohanian, maka aspek ini menjadi urusan pribadi yang tidak ada hubungannya dengan masyarakat dan terbatas hanya pada pemuka agama dan lingkungan tempat ibadah saja. Oleh karena itu, dalam hadlarah di luar hadlarah Islam, sebenarnya tidak terdapat nilai-nilai moral, rohani, dan kemanusiaan. Yang ada hanyalah nilai-nilai materi dan manfaat semata. Oleh karena itu tidak mengherankan bila segala aktivitas kemanusiaan diambil alih oleh organisasi-organisasi yang berdiri sendiri di luar pemerintahan, karena seluruh nilai-nilai telah tercabut dari kehidupan, kecuali nilai materi semata, yaitu demi memperoleh keuntungan. Namun demikian, hadlarah seperti ini pun sebenarnya merupakan himpunan dari mafahim tentang kehidupan.

3. Bagaimana dengan hadlarah islam sendiri ?


Hadlarah Islam adalah hadlarah yang berdiri di atas suatu landasan yang bertentangan dengan landasan hadlarah selainnya. Pandangannya tentang kehidupan dunia juga berbeda dengan yang dimiliki oleh hadlarahhadlarah kaum kufar. selainnya. Demikian pula arti kebahagiaan hidup menurut Islam sangat berlawanan dengan arti kebahagiaan hidup menurut hadlarah asing. Hadlarah Islam berdiri atas dasar iman kepada Allah SWT, dan bahwasanya Dia telah menjadikan untuk alam semesta, manusia, dan hidup ini suatu aturan yang masing-masing harus mematuhinya, disamping telah mengutus junjungan kita Nabi Muhammad SAW dengan membawa agama Islam. Dengan kata lain, hadlarahqadla dan qadar baik buruknya dari Allah SWT. Jadi, aqidahlah yang menjadi dasar bagi hadlarah ini. Dengan demikian hadlarah ini berlandaskan suatu asas yang memperhatikan ruh (yaitu hubungan manusia dengan Pencipta). Islam berdiri di atas dasar aqidah Islam yaitu beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, Kitab-kitab suci-Nya, Hari Kiamat, serta kepada

Mengenai konsep kehidupan menurut hadlarah Islam, sesungguhnya dapat dilihat dalam falsafah Islam yang lahir dari aqidah Islam serta yang menjadi dasar bagi kehidupan dan perbuatan manusia di dunia. Falsafah tersebut adalah penggabungan materi dengan ruh (menjadikan semua perbuatan manusia agar berjalan sesuai dengan perintah Allah dan larangan-Nya). Sebab pada hakekatnya amal perbuatan manusia adalah materi, sedangkan kesadaran manusia akan hubungannya dengan Allah pada saat ia melakukan perbuatan tersebut, ditinjau dari halal-haram-nya perbuatan, adalah ruh. Dengan demikian terjadilah penggabungan antara materi dengan ruh. Atas dasar inilah, maka islam memandang bahwa jalur perbuatan seorang muslim haruslah terikat kepada perintah Allah dan larangan-Nya. Sedangkan tujuan mengarahkan amal perbuatan agar berjalan di atas jalur perintah Allah dan larangan-Nya adalah keridlaan Allah semata, sama sekali bukan pada ada atau tidak adanya manfaat itu sendiri dari sudut pandang manusia.

4. Apakah dalam hadlarah islam tidak dikenal nilai materi untuk memperoleh keuntungan atas suatu manfaat ?


Maksud seseorang melakukan suatu perbuatan adalah nilai yang senantiasa akan didapatkannya tatkala dia melakukan suatu perbuatan. Nilai ini tentu saja berbeda-beda tergantung dari jenis perbuatannya. Adakalanya nilai itu bersifat materi, seperti misalnya orang yang berdagang dan bermaksud mencari keuntungan. Kadang-kadang nilai suatu perbuatan itu bersifat kerohanian, misalnya Shalat, Zakat, Shaum atau Haji. Ada pula yang bersifat moril, seperti jujur, amanah atau tepat janji. Atau dapat juga bersifat kemanusiaan, misalnya menyelamatkan orang yang tenggelam atau menolong orang yang berduka. Nilai-nilai semacam ini senantiasa diusahakan manusia untuk dapat terwujud saat ia melakukan perbuatan. Hanya saja nilai-nilai itu bukanlah penentu suatu perbuatan dan bukan pula tujuan utama dilakukannya perbuatan, melainkan hanya sekedar nilai perbuatan yang berbeda-beda tergantung dari jenis perbuatan.

Perbuatan dagang seseorang merupakan amal perbuatan yang bersifat materi, sedangkan yang mengendalikan perbuatan dagangnya ada pada ruh (kesadarannya akan hubungan dirinya dengan Allah, sesuai dengan perintah dan larangan-Nya) karena mengharap ridla Allah. Adapun nilai yang ingin diperoleh dari aktivitas dagangnya adalah keuntungan, yang merupakan nilai materi. Demikian pula nilai-nilai lainnya, meskipun nilainya berbeda-beda, namun pengendalian perbuatannya harus senantiasa menghadirkan ruh itu sendiri.

Sehingga kebahagiaan hidup menurut Islam terletak pada keridlaan Allah SWT, bukannya pada terpuaskan kebutuhan-kebutuhan jasmani manusia. Sebab, pemuasan semua kebutuhan manusia baik yang bersifat jasmani maupun naluri hanya sebagai sarana saja untuk menjaga kelangsungan hidup manusia, namun tidak menjamin adanya kebahagiaan. Inilah pandangan hidup menurut Islam, dan inilah dasar bagi pandangan tersebut, yang menjadi asas bagi hadlarah Islam, yang sangat berlawanan dengan hadlarah selainnya.

5. Bagaimana kaitan antara madaniyah dengan hadlarah islam itu sendiri ?


Begitu pula dengan bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan dari hadlarah Islam akan senantiasa bertentangan dengan bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan dari hadlarah di luarnya. Sebagai contoh, meskipun lukisan adalah sebuah bentuk madaniyah, namun demikian, perlu diketahui lukisan tersebut isinya seperti apa ?!. Kebudayaan Barat dengan hadlarah-nya menganggap bahwa lukisan perempuan telanjang – yang menampilkan seluruh tubuh perempuan tanpa busana – adalah sebagai bentuk madaniyah yang sesuai dengan paham kehidupannya terhadap wanita. Oleh karena itu, orang Barat memandangnya sebagai bentuk madaniyah yang bersifat seni dan semakin bernilai tinggi jika memenuhi syarat-syarat ‘seni’. Namun bentuk madaniyah semacam ini jelas-jelas bertentangan dengan hadlarah Islam dan berlawanan dengan pandangannya terhadap wanita, yaitu sebagai suatu kehormatan yang wajib dijaga. Islam melarang lukisan semacam ini, karena akan merangsang syahwat biologis seseorang yang berasal dari naluri melestarikan jenis manusia dan dapat menyebabkan kebejatan akhlak. Di samping terdapat pula larangan untuk melukiskan makhluk yang bernyawa.

Begitu pula halnya dengan seluruh bentuk madaniyah yang dihasilkan dari hadlarah Barat seperti misalnya patung dan sejenisnya. Demikian juga dengan pakaian, apabila memiliki ciri khas bagi orang-orang kafir yang disebabkan karena kekufuran mereka, maka tidak boleh dipakai oleh orang muslim (seperti baju pendeta, baju biksu, dan lain-lain, pent.). Sebab, pakaian semacam ini mengandung pandangan hidup tertentu. Akan tetapi apabila tidak demikian, yakni jika telah menjadi kebiasaan dalam berbusana dan tidak dianggap sebagai pakaian khusus orang kafir melainkan hanya dipakai untuk sekedar memenuhi kebutuhan atau pemanis busana, maka dalam hal ini pakaian tersebut termasuk dalam jenis bentuk-bentuk madaniyah yang bersifat umum dan boleh dikenakan.

Adapun bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan oleh sains dan teknologi/industri seperti alat-alat laboratorium, alat-alat kedokteran, mesin-mesin industri, perabotan rumah tangga, permadani, dan sebagainya. Semua ini merupakan bentuk-bentuk madaniyah yang bersifat universal, sehingga boleh kita ambil tanpa khawatir terhadap sesuatu. Sebab, bentuk-bentuk ini tidak dihasilkan dari hadlarah serta tidak ada hubungan dengan hadlarah.

Kesimpulan


Dengan melihat selintas saja pada hadlarah asing yang berkuasa di dunia dewasa ini, maka kita dapati bahwa hadlarah ini tidak mampu menjamin ketenangan dan ketenteraman manusia, terlebih bagi kaum muslimin. Malah sebaliknya, hadlarah ini telah menyebabkan kesengsaraan yang diderita oleh seluruh dunia. Akibatnya martabat dan kehormatan pun menjadi guncang. Dengan demikian, wajarlah jika moral telah tergeser dari kehidupan masyarakat Barat, sama halnya dengan tergesernya nilai-nilai kerohanian. Bahkan menjadi wajar pula bila kehidupan ini berjalan atas dasar persaingan, permusuhan, baku hantam, dan penjajahan, serta kejahatan yang merajalela di seluruh dunia. Semuanya merupakan bukti nyata dari dampak hadlarah asing (di luar hadlarah islam). Sebab, hadlarah semacam ini tidak menghasilkan apa-apa selain kesengsaraan dan keresahan yang terus-menerus. Oleh karena itu, penjajahan merupakan hal yang wajar bagi penganut inilah yang kini berkuasa di seluruh dunia, dialah yang menimbulkan berbagai dampak yang berbahaya dan membahayakan kelangsungan hidup umat manusia.

Apabila kita mengamati hadlarah Islam yang diimplementasikan dalam kekuasaan, sejak abad VI hingga akhir abad XVIII M, kita dapati betapa hadlarah ini belum pernah menjadi penjajah karena memang bukan tabiatnya untuk menjajah. Hadlarah ini tidak membedakan antara kaum muslimin dengan yang lainnya. Bahkan keadilan terjamin bagi seluruh bangsa yang pernah tunduk di bawahnya selama masa kekuasaan Islam. Karena hadlarah ini berdiri atas dasar ruh yang berusaha mewujudkan seluruh nilai-nilai kehidupan, baik itu nilai materi, spiritual, moral, maupun kemanusiaan; disamping menjadikan aqidah sebagai titik perhatian dalam hidup ini. Kehidupan pun dipandang sebagai kehidupan yang berjalan sesuai dengan perintah Allah dan larangannya. Kebahagian hidup hanyalah dengan meraih keridlaan Allah SWT. Apabila hadlarahhadlarah ini akan mampu menangani berbagai krisis yang melanda dunia dan akan mampu menjamin kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. 

Oleh karena itu mari kita pahami apa itu madaniyah dan hadlarah secara tepat, sehingga dapat mewujudkan seluruh nilai-nilai kehidupan, dan dapat membedakan mana benda fisik dan pemikiran yang perlu kita ikuti dan hindari.

Wallahu’alam


Diambil dari Bab Hadlarah Islam, Kitab Nizham al Islam, Nabhani, Taqqiyuddin, terjemahan Abu Amin, dkk. dengan penambahan dan pengurangan, semoga tidak mengurangi apa yang ingin disampaikan penulis dan penerjemah.



Comments

Popular posts from this blog

Nonton Film Cengeng

  Nagabonar jadi 2 Sekali lagi menonton adegan dalam film nagabonar jadi 2. Adegan saat si om naga meminta patung Panglima Besar Jendral Sudirman untuk menurunkan tangan kanannya yang sedang menghormat ke setiap pengguna jalan tersebut.   "Jenderaaall...!!!, turunkan tanganmu jendraaall..!!!" "Untuk apa kau menghormati mereka?!?!, mereka saja tidak pernah menghormatimu jendraaaalll...!!!" (kira-kira seperti itu teriaknya). Sambil menangis dan bergelayutan, om naga bonar mencoba menurunkan tangan kanan patung jenderal sudirman yang dipaksa menghormati setiap orang yang melintas (termasuk para koruptor dan boneka penjajah musuh-musuhnya). Dalam adegan tersebut, si om naga ceritanya juga lagi kesel dengan anaknya (si bonaga) yang memutuskan untuk bekerjasama dengan orang Jepang, yang merupakan salah satu negara yang pernah menjajah negaranya. "Jenderaal... sudahlah jendraall turunkan tanganmu..!" "Jendral.. turunkan tanganmu jenderal...&

Aktivitas Politik Dalam Islam : Negara, Kelompok dan Individu

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (al Qur’an) untuk menjelaskan sesuatu”  (TQS. An Nahl: 89) “Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhai islam itu jadi agama bagimu”  (TQS. Al Maidah: 3) Islam sebagai Agama dan Pandangan Kehidupan Islam adalah agama ( ad diin ) ataupun mabda yang berbeda dengan yang lainnya. Islam tidak hanya mengatur urusan spiritual ( ruhiyyah ) saja, melainkan juga meliputi masalah politik ( siyasiyyah ). Islam mencakup aqidah spiritual dan politik ( al-aqidah ar-ruhiyyah wa as siyasiyyah ). Artinya selain mengatur urusan yang bersifat spiritual seperti, pahala dan dosa, siksa, surga dan neraka, hal-hal yang ghaib, serta tata cara ibadah (seperti sholah, zakat, puasa, dan haji); islam juga mengatur urusan yang menyangkut kehidupan bermasyarakat (politik atau  siyasiyyah ) seperti masalah perekonomian, pendidikan, interaksi pria dengan wanita, penggalian dan penerapan hukum, termasuk kepemim

Beraktivitas dalam situasi mewabahnya penyakit

“Dari Siti Aisyah RA, ia berkata, Aku bertanya kepada Rasulullah SAW perihal tha‘un, lalu Rasulullah SAW memberitahukanku, dahulu, tha’un adalah azab yang Allah kirimkan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang beriman. Maka tiada seorang pun yang tertimpa tha’un, kemudian ia menahan diri di rumah dengan sabar serta mengharapkan ridha-Nya seraya menyadari bahwa tha’un tidak akan menimpanya selain telah menjadi ketentuan Allah untuknya, niscaya ia akan memperoleh ganjaran seperti pahala orang yang mati syahid,” (HR. Bukhari, Nasa’i dan Ahmad). Dalam situasi mewabahnya suatu penyakit menular, maka berbagai kegiatan rutin yang biasa dilakkan akan terganggu, karena memiliki risiko besar terjadinya penularan. Oleh sebab itu perlu adanya strategi dan cara-cara yang tepat untuk meminimalisir terjadinya penularan, jika memang mengharuskan untuk beraktivitas diluar rumah atau lingkungan aman. Beberapa strategi dan cara dapat dilakukan yai